DAFTAR MEMBER ORIFLAME

DAFTAR MEMBER ORIFLAME
CEPAT DAN GA RIBET !
Tampilkan postingan dengan label PENGOBATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGOBATAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Pankreas Bisa Disembuhkan Penderita Diabetes Tidak harus Minum Obat Seumur Hidup !!!




Pankreas merupakan organ tubuh yang sangat penting. Didalam pankreas terdapat pulau-pulau langerhans yang tersusun dari sel-sel αlfa yang memproduksi hormon glucagon dan sel-sel βeta yang memproduksi hormon insulin yang berfungsi membakar kadar gula dalam darah menjadi energi yang sangat dibutuhkan oleh organ tubuh untuk menjalankan aktifitasnya. 
Pola makan tidak sehat yang tidak seimbang dengan aktifitas fisik (olah-raga) yang cukup, menjadi penyebab pankreas rusak dan menurunnya produksi insulin.Kekurangan hormon insulin berakibat tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dan secara umum disebut sakit gula, kencing manis atau diabetes mellitus.
Diabetes mellitus biasanya ditandai dengan kencing berlebihan (polyuria), haus berlebihan (polydipsia), lapar berlebihan (polyphagia), penglihatan kabur, mudah lelah, sering mengantuk, kesemutan dan gatal-gatal pada tangan dan kaki, koordinasi gerak tubuh terganggu, berat badan menurun drastis dan dalam jangka panjang mengakibatkan komplikasi seperti : gagal ginjal, impotensi, kebutaan, gangren yang berakibat amputasi dll.
Sampai saat ini dalam ilmu kedokteran atau pengobatan medis belum ditemukan obat yang mampu memperbaiki fungsi pankreas, oleh sebab itu penderita diabetes atau kencing manis akan divonis tidak bisa sembuh dan harus mengkonsumsi obat seumur hidup!!! Sementara obat diabetes yang banyak beredar dipasaran hanya berupa insulin-buatan yang hanya mampu mengendalikan dan menetralkan kadar gula dalam darah, tanpa mampu memperbaiki pankreas yang rusak, sehingga kebutuhan insulin dalam darah hanya digantikan dengan mengkonsumsi obat-obatan tersebut.
Selama pankreas tidak diobati, penderita diabetes harus mengkonsumsi insulin-buatan maupun obat gula secara terus menerus seumur hidup, dengan dosis yang terus bertambah, seiring dengan kerusakan yang terjadi pada pankreas. Sementara pemakaian obat kimia dalam jangka panjang akan mengakibatkan komplikasi liver dan ginjal yang pada akhirnya penderita diabetes akan menjadi sakit lever, sirosis maupun kanker hati dan biasanya penderita diabetes juga mengalami gagal ginjal yang mengharuskan dilakukan hemodialisa (cuci darah).

Cuci Darah ? Jangan Takut !



Cuci darah ( hemodialisa) sering jadi momok yang menakutkan bagi pasien. Banyak pasien yang seharusnya menjalani cuci darah, tapi menolak. Cuci darah merupakan satu tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien penderita gagal ginjal.

Nampaknya ada beberapa hal yang menyebabkab orang takut cuci darah:
*ketidaktahuan mereka seperti apa prosedur cuci darah. Mendengar namanya saja sudah seram, “cuci darah”
*kebanyakan mereka menyimpulkan orang-orang yang cuci darah umurnya tidak panjang. Si A 3 bulan setelah cuci darah meninggal dunia, si B 1 tahun sesudah cuci darah juga meninggal, dan seterusnya.
* masalah biaya. Cuci darah memang cukup mahal. Dan umumnya pasien gagal ginjal kronik akan membutuhkan cuci darah sepanjang hidupnya. Bahkan frekwensinya bisa rutin 2x seminggu dengan biaya 1x sekitar 700 ribu. Bayangkan kalau 1 bulan, 1 tahun, berapa biayanya.

Ketidaktahuan pasien bagaimana proses cuci darah ini biasanya bisa di atasi dengan menyuruh pasien/keluarganya melihat langsung ke ruangan Hemodialisa. Pasien-pasien yang sedang cuci darah, sama seperti pasien lainnya, dapat tidur santai, ngobrol-ngobrol dengan pasien lain, nonton TV, internetan dan sebagainya sambil darahnya di cuci. Prosedurnya tidak se seram yang di bayangkan. Mungkin namanya perlu diganti ya, cukup di sebut hemodialisa saja biar pasien tidak takut mendengarnya.

Pasien cuci darah umurnya tidak panjang? Soal umur kita tidak bisa ikut campur. Itu sudah ketetapanNya. Dokter ataupun tindakan medis bukanlah untuk memperpanjang hidup pasien. Namun hanya membantu (dengan se izin Allah) meringankan keluhan-keluhan. Kalaupun pasien memang sudah datang ajalnya, diharapkan meninggalnya dengan berkualitas, tidak dalam kondisi sakit yang tak tertahankan. Secara statistik, angka harapan hidup penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah jauh lebih tinggi dibanding tanpa cuci darah. Memang ada orang yang baru beberapa kali cuci darah, sudah meninggal. Atau 1 tahun cuci darah meninggal. Tapi banyak yang sudah bertahun-tahun bahkan lebih dari 20 tahun rutin cuci darah, kondisinya masih fit dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Masalah biaya. Kalau ini yang dipermasalahkan pasien, kita memang tidak bisa ikut campur. Biayanya memang mahal. Untuk kalangan menengah ke bawah ini memang sangat sulit. Yang sangat disayangkan adalah orang-orang yang mempunyai jaminan asuransi kesehatan (askes, jamkesmas, dan sebagainya) yang bisa menanggung biaya cuci darah, tapi menolak untuk cuci darah. Rugi sekali jika tidak menggunakan peluang dan fasilitas ini.

Semoga ini jadi bahan renungan untuk kita yang mempunyai keluarga, kerabat ataupun sahabat yang menderita gagal ginjal. Gagal ginjal bukanlah akhir dari segalanya. Orang bisa saja menderita gagal ginjal, tapi jangan gagal hidup.
Salam semangat

Rabu, 09 Mei 2012

Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B




Pencegahan terhadap hepatitis B dapat dilakukan dengan beberapa sebagai cara berikut: 
  1. Imunisasi
Imunisasi lengkap hepatitis B dapat mencegah infeksi VHB selama 15 tahun. Imunisasai hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali. Imunisasi pertama dan kedua diberikan dalam jarak 1 bulan. Sedangkan imunisasi ketiga diberikan 5 bulan setelah imunisasi kedua. Pemberian imunisasi hepatitis B sebaiknya sedini mungkin yaitu saat bayi hendak pulang dari rumah bersalin.
Bagi orang dewasa sebelum diimunisasi, sebaiknya dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan untuk melihat kadar anti HBS. Anti HBS adalah antibodi terhadap antigen permukaan VHB (HBs-Ag). Dengan begitu dapat dinilai apakah tubuh telah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B atau tidak. Jika tubuh telah memiliki cukup kekebalan terhadap hepatitis B maka imunisasi hepatitis B tidak diperliukan lagi. Namun pada kenyataannya pemeriksaan kadar anti-HBs lebih mahal daripada harga vaksin hepatitis B. Dengan begitu bagi mereka yang beresiko tinggi tertular VHB imunisasi bisa langsung diberikan. 
Imunisasi hepatitis B sangat dianjurkan untuk kelompok orang berikut:
    • Bayi baru lahir
    • Anak dan remaja yang belum mendapat imunisasi hepatitis B
    • Keluarga yang salah satu anggota keluarganya terinfeksi virus hepatitis B
    • Pekerja medis
    • Pekerja laboratorium
    • Penderita gangguan penyakit yang sering cuci darah atau mendapat transfusi darah.
    • Pekerja seks
    • Pengguna narkoba
    • Pecinta tato
  1. Tidak menggunakan barang orang lain
Barang-barang yang dapat menyebabakan luka dapat menjadi media penularan virus hepatitis B. Barang-barang tersebuat antara lain pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi, dan lain-lain. 
  1. Melakukan hubungan seks sehat dan aman
Melakukan hubungan seks dengan bergonta ganti pasangan beresiko tinggi tertular hepatitis B. Jika suami atau istri terinfeksi hepatitis B maka sang suami wajib menggunakan kondom saat berhubungan seksual. 
  1. Jika terinfeksi hepatitis B jangan mendonorkan darah
Palang merah Indonesia akan melakukan serangkaian pemeriksaan pada darah yang di donorkan. Jika ternyata sejumlah darah pada bank darah terinfeksi virus hepatitis B maka darah tersebut akan dimusnahkan. 
  1. Bersihkan ceceran darah
Jika ada ceceran darah meski sedikit harus segera dibersihkan. Penggunaan larutan pemutih pakaian diyakini dapat membunuh virus.